You are here
Home > Berita dan Informasi > Mengaktualisasikan Darah Dagang Orang Minang

Mengaktualisasikan Darah Dagang Orang Minang

Minangkabau Business School And Entrepreneurship atau Sekolah Dagang Minang hadir dari gagasan bersama-sama lalu bersinergi bersama bak kata urang Minang “basamo mako manjadi”. Kehadirannya tak lepas dari kepentingan rakyat Sumatera Barat. Darah dagang Minangkabau perlu diaktualisasikan dengan kekinian.

Demikian dikatakan Ketua Minangkabau Business School And Entrepreneurship Helmi saat peluncuran dan membuka lembaga yang juga disebut Sekolah Dagang Minang ini, Selasa (2/8/2016) di Auditorium Gubernuran Sumbar.

“Ini artinya antara perguruan tinggi (akademisi), swasta dan perorangan serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berbagi inisiatif atau pemikiran dalam rangka mengubah nasib seperti dikatakan dalam Alquran, bahwa “Tuhan tidak akan mengubah nasib kaum kalau kaum itu sendiri yang tidak mau mengubahnya,” kata Helmi.

Dalam sambutannya itu, ia juga mengutip pendapat mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela: “It always seems imposible until its done.”

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang secara resmi meluncurkan Minangkabau Business School And Entrepreneurship mengatakan, selama ini perguruan tinggi sudah menciptakan cendikia atau manusia yang berpendidikan, manusia yang berilmu pengetahuan yang sudah bekerja sebagai birokrasi, politisi, akademisi dan sebagainya, namun yang perlu dipahami adalah darah entrepreneur atau darah pedagang dalam diri orang Minangkabau tidak bisa dihilangkan.

“DNA orang Minangkabau itu memang DNA pedagang. Perguruan tinggi selama ini telah memberikan konsep dan teori-teori tentang ilmu perdagangan. Tetapi konsep atau teori saja belumlah cukup, perlu juga dilatih untuk aktualisasi dirinya, maka Sekolag Dagang ini perlu dihadirkan,” kata Irwan Prayitno.

Minangkabau Business School And Entrepreneurship merupakan kawah candra di muka dalam melatih kemampuan kewirausahaan anak muda Minangkabau. Selama ini orang Minangkabau hanyalah sebagai pedagang (penggalas). Ke depan orang Minangkabau tidak hanya sebagai pedagang alias penggalas saja tetapi sebagai entrepreneur, pengusaha atau pebisnis.

Dengan demikian mereka tidak hanya menunggu jadi PNS saja dan juga tidak mau jadi pekerja tetapi jadi pengusaha yang menciptakan pekerjaan.

“Minangkabau Business School And Entrepreneurship tidak hanya mendidik dan melatih seseorang menjadi wirausaha tetapi juga dapat mencarikan pendanaan karena di lembaga ini juga membina orang yang setengah matang,” terang Irwan.

Secara akademis mereka yang ikut pendidikan di Minangkabau Business School And Entrepreneurship rata-rata sudah pendidikan strata 1 (S1). Minangkabau Business School And Entrepreneurship hanya mematangkan bakat (talented) dalam bidang entrepreneurship.

“Setelah keluar dari kawah candra di muka ini, mereka akan berusaha. Dan sudah sepantasnya mereka dicarikan pendanaannya,” ucap Irwan yang disambut dengan tepuk tangan yang riuh oleh para hadirin.

Sebelumnya juga dilaksanakan penandatanganan MoU Minangkabau Business School And Entrepreneurship dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, PTN, PTS, BUMN, BUMD, Perbankan, KADIN, Koperasi dan pihak swasta lainya.

Setelah peluncuran Minangkabau Business School And Entrepreneurship ini juga diikuti dengan seminar dengan tema “Adaptasi Manajemen Bisnis dan Pengembangan Kewirausahaan di Era Digital ” dengan keynote speakers Deny Oskaria (Komisaris Garuda Indonesia), M. Firdaus (Fakultas Ekonomi IPB Bogor ), dan Tafdil Husni (Rektor Unand).

Kegiatan ini berlangsung dua hari dari tanggal 2 sampai 3 Agustus 2016.

Hadir dalam peluncuran antara bupati dan walikota se Sumatera Barat, Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN dan PTS) se Sumatera Barat, KADIN, Direktur BUMN dan BUMN, Koperasi dan pelaku ekonomi lainnya. (kkc)

 

Sumber: Kinciakincia.com

Leave a Reply

Top

Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan hebat adalah Cintai apa yang anda lakukan.

Steve Jobs
(1955 – 2011)

Like dan Share ya….